penculikan

Untunglah! Kata yang terucap dari mulut saya tatkala mendengar cerita dari teman tentang anaknya yang hampir jadi korban penculikan oleh pengasuhnya.

Memang di jaman serba mahal begini, mau gak mau para ibu juga harus ikut bekerja untuk menopang kebutuhan tumah tangga yang harganya semakin melambung tinggi. Bagi para ibu yang belum memiliki anak sih gampang, tapi bagi yang baru memiliki anak tentunya sangatlah berat untuk meninggalkan anaknya ke tangan orang lain. Tapi mau tak mau itu harus dilakukan, siapa lagi kalo bukan orang tua kita yang terpaksa menampung membantu kita menjaga buah hati kita.

Bagi yang sudah tidak memiliki orang tua atau lokasi yang berjauhan dengan orang tua mungkin ada yang menitipkan anaknya di daycare. Tapi kalo yang tempat tinggal orang tuanya berdekatan tentunya kita lebih tenang apabila menitipkan anak kita pada orang tua kita sendiri. dengan catatan orang tua tidak keberatan. Hehehe…

Teman saya ini salah satunya. Sejak habis jatah cuti melahirkan dari kantor otomatis sang anak dititipkan di rumah mertuanya. Selalu terbersit dibenaknya untuk mempekerjakan babysitter untuk meringankan mertuanya. Tetapi mencari babysitter yang pas bukanlah hal yang gampang.

Sampai suatu hari tiba2 ada seorang perempuan yang perawakannya mungil, kurang jelas asal usulnya dari mana. Dia datang bersamaan dengan bibi cuci mertua teman saya, dan mertuanya berpikir mungkin ini rekomendasi dari bibi cucinya.

Waktu ditanyakan langsung, tau dari mana disini ada lowongan kerja untuk jadi babysitter? Dia berkata kalo pemilik toko dekat rumah mertuanyalah yang memberitahukannya. Tak mau bertanya terlalu banyak akhirnya mertua teman saya menerima dia untuk langsung bekerja.

Hari pertama dia mulai bekerja saja gerak geriknya sudah mencurigakan. Rumah mertua teman saya ini ditinggali juga oleh abang ipar & kakak ipar teman saya. Jadi rumahnya selalu ada penghuninya selain mertua teman saya ini yang kebetulan masih lengkap dua2nya.

Pada hari pertama kelihatan kalau dia menggendong anak teman saya ini kearah luar. makin lama makin ke arah pagar. Untung saja kebetulan abang ipar teman saya pas lagi dirumah, Jadi pengasuh itu mengurungkan niatnya, cuma sebatas sampai dipagar saja.

Hari kedua dia bekerja, terlihat dia menggendong anak teman saya ini dengan kain gendong seperti mau keluar rumah, sebelum dia sempat keluar mertua teman saya ini melihat dan bertanya “Mau kemana?” pengasuhnya menjawab “Mau jalan2 keluar, soalnya anaknya rewel.”

Mertuanya langsung bilang “gak usah, sini aku gendong aja” sang anak pun berpindah tangan. Pengasuhnya mungkin kehilangan akal. Akhirnya masuk kedalam kamar kakak ipar teman saya yang akhirnya dipergokin oleh kakak iparnya sendiri. Alasannya dia mau kekamar mandi tapi salah masuk.

Di hari yang sama dia alasan mau buang sampah keluar, tapi mertuanya merasa aneh, kenapa buang sampah tapi kantongannya kok diambil yang bagus, seperti kantongan abis belanja dari butik gitu. Tapi tak mau dicap cerewet, mertua teman saya pun diam saja melihat pengasuhnya ini keluar pagar, yang akhirnya gak pernah kembali lagi sampai sekarang.

Ternyata isi kantongan tersebut bukanlah sampah, melainkan ipad milik kakak ipar teman saya itu. Ternyata waktu dia masuk kekamarnya grasak grusuk masih sempat malingin ipad. Baru sadar kalo ipadnya ilang dibawa pengasuhnya setelah penantian lama pengasuhnya gak balik2 lagi. Coba kalau tadi mertua teman saya membiarkan saja pengasuhnya membawa anaknya keluar rumah mungkin sudah lain ceritanya sekarang.

Setelah kejadian tersebut baru mereka sadar memang ada gerak gerik pengasuhnya ini yang terlihat mencurigakan tapi mereka diam saja karna tidak mau menuduh sembarangan.

***

 

wedewww.. capek ya bok kayak nulis artikel koran gini. huahaahha… cuma pengen coba2 nulis gaya bahasa laen. hehehe… tapi ceritanya memang bener kok. anak temen gw hampir dibawa lari ama nannynya.

oh ya, kejadiannya ini baru terjadi minggu lalu ,di Jakarta loh ya. hati2 aja deh kalo ada yang dateng kerumah mau nyari kerjaan. selidiki dulu asal usulnya, minta fotocopy ktp kartu keluarga, alamat jelas, dan diawasi dengan ketat, seketat ikatan pinggang dikala belum gajian. πŸ˜€

 

bye~

Iklan

2 responses

  1. ya ampun serem banget ya…
    emang mesti ati2 kalo mempekerjakan babysitter begitu…

    1. iya tuh, untung dirumahnya rame. kalo tadi cuma babysitter sendiri pasti udah dibawa lari deh anaknya. amit2 deh….

Crossing Borders

Life in a suitcase..

American & Indonesian = US

All about Our Life, he is American & I am Indonesian

My Life, My Search, My Journey

In the moment of silence...

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

Winny Marlina

Whatever you or dream can do, begin it!

Memorabilia

Catatan anak rantau dalam menggapai Impian, Cita-cita, dan Cinta

and The Story goes on..

Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

The Science of Life

Traveling, Travel Photography, Postcrossing, Love Aceh and Indonesia so much, Culinary, and Living my Life

When Samosir Meets Krones

There's Laugh... There's Joy... There's Love... There's Life...

backpackology.me

An Indonesian travelling family, been to 25+ countries as a family. Author of several travel guide books and travelogue. Write travel articles for media. Strongly support family travelling | travelling with baby/kids. .

BlueTakko

One Step At A Time, When The Time Is Right, Fly Like A Bird!!!

A Secret Life of Mey

she is clothed in strength and dignity, and she laughs without fear of the future

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

saputraroy.com

a life enthusiast

Carousel Of Memories

A Blog By Rahne Putri

Males Mandi

wherever you go, take a bath only when necessary

Gadisrakus

culinary and travel

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

Nonikhairani

Once You Make a Decision, The universe Conspires To Make It Happen

Baginda Ratu

(... dalam istana kecil kami )

Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

deddyklik

" vie paisible et heureuse "

Blog Saya pyo

A fine WordPress.com site

Bunda Gawul

Seorang Bunda Yang Ingin Berbagi

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: